Profil & Informasi Desa Salo Palai
Mengenal sejarah, visi & misi pembangunan, struktur organisasi (SOTK), tata kelola pemerintahan, serta peta geografis resmi desa.
Rekam Jejak Sejarah Desa Salo Palai
Mengenal perjalanan panjang pembentukan pemukiman awal Salo Api (1918), dinamika perjuangan masyarakat gotong royong, makna kearifan lokal pohon Palai, hingga berkembang menjadi desa definitif mandiri di Kecamatan Muara Badak.
Awal Pemukiman "Salo Api"
Dipimpin Petinggi pertama Bapak Abd. Samad. Nama "Salo Api" berasal dari kata Bugis Salo (sungai kecil) & Api dari kilauan kunang-kunang di muara sungai pada malam hari.
Masa Pendudukan Jepang
Tentara Jepang membakar habis pemukiman pinggir jalan. Masjid Al Khairat menjadi satu-satunya bangunan bersejarah yang tetap berdiri kokoh dan selamat dari upaya pembakaran.
Perpindahan ke "Salo Palai"
Petinggi Kampong dipindahkan 2 km ke selatan. Nama Salo Palai diambil dari ketersediaan Pohon Palai yang kayunya ringan untuk perahu & kulitnya obat tradisional malaria.
Perjuangan Swadaya Warga
Warga mendayung perahu 2 hari 2 malam ke Samarinda membawa hasil kelapa. Pembangunan jalan, jembatan, dan sarana pendidikan dilakukan secara murni gotong royong swadaya.
Penetapan Desa Definitif
Resmi ditetapkan sebagai Desa Definitif dengan Kepala Desa Pertama Bapak Ismid Sabrie (memimpin 1968-1998). Sebagian warga juga membuka pemukiman baru Salo Elai.
Era Alokasi Dana Desa (ADD)
Perekonomian desa bangkit kembali melalui ADD & pembangunan infrastruktur modern. Saat ini dipimpin Kepala Desa Bapak Sadaruddin K. (2 Periode, 2013-2027).
Awal Mula Salo Api & Perkembangan Perkebunan (1918)
Desa Salo Palai awal terbentuk sekitar tahun 1918 yang dipimpin oleh Petinggi Salo Api pertama, yaitu Bapak Abd. Samad. Pada masa itu, wilayah ini masih bernama "Salo Api" karena merupakan kawasan pemukiman yang pertama kali dibuka oleh perantau asal Sulawesi Selatan yang menemukan anak sungai kecil mengalir menuju dataran lebih tinggi.
Asal-Usul Nama "Salo Api":
Berasal dari bahasa suku Bugis: kata "Salo" berarti sungai kecil, sedangkan kata "Api" diambil karena di muara sungai banyak tumbuh pepohonan yang pada malam hari dipenuhi ribuan kunang-kunang, sehingga tampak menyala atau berapi-api dari kejauhan.
Untuk menjamin kelangsungan hidup, warga mengembangkan budidaya kelapa secara besar-besaran. Setiap 2 sampai 6 baris pohon kelapa dibuatkan parit kecil agar pengangkutan hasil panen menuju pabrik minyak kelapa menjadi lebih mudah saat air laut sedang pasang tinggi. Selain kelapa, warga menanam sahang/merica di dataran tinggi serta menggunakan kayu ulin sebagai tiang merica dan atap sirap rumah yang dipasarkan hingga ke Kota Samarinda Seberang.
Pendudukan Jepang (1942) & Keajaiban Masjid Al Khairat
Sekitar tahun 1942 pada masa penjajahan Jepang, pemukiman warga mengalami ujian berat ketika rumah-rumah di pinggir jalan dibakar habis oleh tentara Jepang. Namun, terdapat keajaiban sejarah yang sangat dikenang warga:
Keajaiban Bangunan Bersejarah Masjid Al Khairat:
Satu-satunya bangunan yang tersisa adalah tempat ibadah Masjid Al Khairat. Masjid ini selamat dan tidak pernah dapat terbakar meskipun beberapa kali sempat diupayakan untuk dimusnahkan oleh tentara pendudukan.
Perpindahan Nama "Salo Palai" & Khasiat Pohon Palai (1961)
Pada tahun 1961, kedudukan Petinggi Kampong dipindahkan 2 km ke arah selatan menuju kawasan yang kini menjadi Kampong Salo Palai di wilayah Kecamatan Anggana.
Makna & Manfaat Khusus Pohon Palai:
Nama Salo Palai berasal dari kata "Salo" (sungai kecil) dan "Palai" (sejenis pohon khas yang paling dominan tumbuh di wilayah ini). Kayu Pohon Palai dimanfaatkan warga untuk pembuatan perahu karena batangnya lunak & ringan, sedangkan kulit batangnya dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat tradisional penyembuh penyakit malaria dengan cara direndam air panas.
Gotong Royong Swadaya & Tradisi Kuno Uji Tanam Padi
Pada masa lalu, keterbatasan prasarana membuat warga harus mendayung perahu selama 2 hari 2 malam untuk menjual minyak kelapa ke Samarinda dan mendayung kembali dengan durasi waktu yang sama. Bahkan menjelang Hari Raya Lebaran, warga harus mendayung perahu ke Samarinda untuk memastikan penetapan 1 Syawal sebelum akhirnya kembali merayakan lebaran bersama keluarga.
Tradisi Unik Pemilihan Pemimpin Uji Tanam Padi:
Sebelum era modern, penetapan Kepala Kampong & Petugas Keamanan dilakukan secara tradisional: tokoh agama menanam padi di sawah atas nama masing-masing calon yang diusulkan. Siapa di antara calon yang tanamannya tumbuh paling subur dan hasil panennya paling baik, dialah yang dipercaya dan diangkat menjadi pemimpin kampung.
Status Desa Definitif (1978) & Era Kebangkitan ADD (2007 - Sekarang)
Sekitar tahun 1978, Kampong Salo Palai resmi ditetapkan menjadi Desa Definitif di Kecamatan Anggana dengan Kepala Desa Pertama yaitu Bapak Ismid Sabrie (memimpin 1968 hingga 1998). Sebagian warga juga sempat berpindah ke area bukit tinggi yang banyak ditumbuhi buah Lai dan diberi nama Salo Elai.
Meskipun wilayah Desa Salo Palai kaya akan kawasan tambak Delta Mahakam, sempat terjadi penurunan perekonomian. Namun sejak berjalannya Program Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun 2007, kondisi Desa Salo Palai perlahan bangkit kembali dengan pesat melalui berbagai program infrastruktur, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Daftar Pemimpin Desa Salo Palai Sejak Tahun 1918 Hingga Saat Ini
Silsilah kepemimpinan Kepala Kampung & Kepala Desa Salo Palai
| No | Nama Pemimpin | Jabatan Resmi | Keterangan Masa Jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | ABD. SAMAD | Kepala Kampung Salo Api | Petinggi Pertama Pemukiman Awal (1918) |
| 2 | SAMSU | Kepala Kampung | Masa Pemukiman Salo Api |
| 3 | LA HEMMA | Kepala Kampung | Masa Pemukiman Salo Api |
| 4 | H. DANDANG | Kepala Kampung | Masa Pendudukan & Era Jepang (1942) |
| 5 | H. TAHER | Kepala Kampung | Distrik Samarinda Seberang |
| 6 | SUNUSI | Kepala Kampung | Distrik Samarinda Seberang |
| 7 | MASING | Kepala Kampung | Petinggi Terakhir Kampong Salo Api (Hingga 1960) |
| 8 | ISMID SABRIE | Kepala Kampung Salo Palai | 1968 – 1978 |
| 9 | ISMID SABRIE | Kepala Desa Pertama | 1978 – 1998 (Definitif 20 Tahun) |
| 10 | MUH. JAPAR, AR | Kepala Desa | 1998 – 2001 |
| 11 | ABD. RAHIM | Kepala Desa | Masa Transisi Desa Salo Palai |
| 12 | ISHAK. R, SH | Kepala Desa | Awal Era Reformasi & ADD |
| 13 | NOR ASIKIN | PLT Kepala Desa | Pelaksana Tugas Kepala Desa |
| 14 | SADARUDDIN K. Petahana Aktif | Kepala Desa Salo Palai | 2013 – Sekarang (2 Periode, berakhir 2027) |